Halaman

Minggu, 29 Januari 2012

Contoh KTI Kekeurangan Energi Kalori (Penutup)



Setelah membahas dan menguraikan kasus Ny. “S” kehamilan 28 minngu 6 hari dengan kekurangan energi kalori di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar tanggal 13-19 Juli 2011, maka dalam bab ini penulis menarik kesimpulan dan saran :
A.   Kesimpulan
1.    Eklamsia, pendarahan, serta penyakit infeksi dianggap sebagi penyebab kematian pada umumnya. Ketiga penyakit ini terkait erat, baik langsung maupun tidak langsung dengan status gizi ibu. Sehubungan dengan hal tersebut maka dapat dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. ”S” , kehamilan 28 minggu 6 hari dengan kekurangan energi kalori (KEK) di puskesmas kassi-kassi makassar tanggal 13-19 Juli 2011.
2.    Melalui pengkajian pada anamnese dan pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum ibu tampak lesu, Wajah tampak pucat, dan konjungtiva agak pucat. TB 150 cm, Lila 23 cm, BB Sebelum hamil 38 kg, BB sekarang 46,5 kg. Tanda-tanda vital: tekanan darah 90/60 mmHg, suhu 36,5ºc, nadi 80 kali/menit, dan pernafasan 24 kali/menit.
3.    Dari data subjektif dan objektif yang didapatkan, maka di rumuskan diagnosa/masalah aktual adalah G1 P0 A0, masa gestasi 28 minggu 6 hari, situs memanjang, punggung kanan, kepala, BAP (konvergen), intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik, dan KEK (Kekurangan Energi Kalori),
4.    Dari data subjektif dan objektif yang didapatkan yaitu wajah tampak pucat, konjungtiva agak pucat BB sebelum hamil 38 kg, BB sekarang 46,5 kg, Hb 10,2 kg%, maka di rumuskan diagnosa/masalah potensial terjadi BBLR.
5.    Dari data subjektif dan objektif yang didapatkan, maka pada kasus ini tidak ada data yang mendukung untuk dilakukan tindakan segera/emergency.
6.    Dari data subjektif dan objektif yang didapatkan, Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan adalah menciptakan suasana akrab dengan ibu dan keluarganya, menyaampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya, menjelaskan pada ibu penyebeb KEK, menjelaskan pada ibu tentang Sembilan tanda, pemberian HE pada ibu tentang gizi ibu hamil, personal hygiene dalam kehamilan, dan istirahat yang cukup, anjurkan ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering, penatalaksanaan pemberian obat tablet Fe, klak, B.com dan Vit, anjurkan pada ibu untuk follow up kembali.
7.    Penanganan yang dilakukan pada Ny. “S” di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar menunjukkan tidak adanya perbedaan yang dijelaskan pada tinjauan pustaka yaitu pemberian HE pada ibu tentang gizi ibu hamil, Personal hygiene, dan Istirahat yang cukup. Anjurkan ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering. Penatalaksanaan pemberian obat Tablet Fe ,kalk, B.com dan Vit C.
8.    Semua rencana asuhan kebidanan telah dilaksanakan di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar tanggal 13 Juli 2011.
9.    Pendokumentasian sangat penting dilaksanakan pada setiap tahap dan proses manajemen kebidanan kerena hal tersebut merupakan tanggung jawab bidan yang telah diberikan terhadap klien.
B.   Saran-Saran
1.    Bagi Petugas Kesehatan
Sebagai seorang petugas kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat mengetahui tanda dan gejala pada kehamila dengan kekurangan energi kalori (KEK) sehingga dapat mendeteksi lebih awal apabila menemukan kasus tersebut dan dapat segera mengambil keputusan klinik dalam penanganan selanjutnya yaitu dengan konsultasi, kolaborasi atau rujukan ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih memadai.
2.    Bagi Ibu Hamil
Diharapakan ibu hamil rajin memeriksakan diri selama hamil dan bersedia melaksanakan nasehat serta anjuran yang diberikan oleh petugas kesehatan.
3.    Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan setiap institusi pendidikan dapat meningkatkan dan mengembangkan metode pelaksanaan manajemen asuhan kebidanan dalam memecahkan masalah. Mengingat metode tersebut sangat bermanfaat dalam membina petugas kesehatan guna menciptakan Sumber Daya Manusia yang berpotensial dan profesional.

Contoh KTI KEK pembahasan



Pada bab ini akan diuraikan tentang kesenjangan yang terjadi antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus, dalam penerapan proses asuhan kebidanan pada Ny. ”S”, kehamilan 28minggu 6 hari dengan kekurangan energi kalori (KEK) di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar, tanggal 13-19 Juli 2011.
Pembahasan ini disusun berdasarkan dasar teori dan asuhan yang nyata dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan yang terdiri dari tujuh langkah.
a.    Langkah I. Pengkajian dan Analisa Data Dasar
Dalam pengkajian dimulai dari pengumpulan data baik dan ibu maupun dari keluarganya yang dilanjutkan dengan pemeriksaan berupa infeksi, dan palpasi.
Pada tinjauan pustaka dijelaskan bahwa ibu hamil dikatakan KEK (kekurangan energi kalori) bila ibu hamil yang ukuran Lilanya < 23,5 cm dan dengan salah atu atau beberapa kriteria berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg, tinggi badan ibu < 145 cm, dan ibu menderita anemia (Hb < 11 gr%).
Pada tinjauan kasus yaitu melalui pengkajian pada anamnese dan pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum ibu tampak lesu, Wajah tampak pucat, dan konjungtiva agak pucat. TB 150 cm, Lila 23 cm, BB Sebelum hamil 38 kg, BB sekarang 46,5 kg. Tanda-tanda vital: tekanan darah 90/60 mmHg, suhu 36,5ºc, nadi 80 kali/menit, dan pernafasan 24 kali/menit.
Dengan demikian apa yang dijelaskan pada tinjauan pustaka dan yang ditemukan pada tinjaun kasus secara garis besar tidak ada perbedaan.
b.    Langkah II. Merumuskan Diagnosa/Masalah Aktual
Dalam menegakkan suatu diagnosa kebidanan atau masalah kebidanan berdasarkan pendekatan asuhan kebidanan didukung oleh beberapa data, baik data subjektif maupun data objektif yang diperoleh dari hasil pengkajian yang telah dilaksanakan
Dengan penjelasan tinjauan pustaka dan tinjauan asuhan kebidanan ternyata da kesamaan pada beberapa aspek diantaranya lesu, lelah, konjungtiva sedikit pucat, Hb sebesar 10,2 gr%, Lila 23 cm, BB sebelem hamil 38 kg, dan BB sekarang 46,5 kg sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan untuk tindakan selanjutnya. Adapun diagnosa/masalah aktual yang dapat diidentifikasi pada Ny. “S” Dengan KEK adalah  G1 Po Ao, masa gestasi 28 minggu 6 hari, situs memanjang, Punggung kanan, kepala, BAP (konvergen), intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik dengan  masalah KEK (Kekurangan Energi Kalori)
c.    Langkah III. Antisipasi Diagnosa/Masalah Potensial
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi.
Pada tinjauan pustaka dijelaskan bahwa  seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan zat gizi yang penting bagi tubuh akan menyebabkan keguguran, anak lahir prematur, berat badan bayi rendah (BBLR)..
Pada tinjauan kasus yang didapatkan wajah tampak pucat, konjungtiva agak pucat BB sebelum hamil 38 kg, BB sekarang 46,5 kg, 10,2 kg%, sehingga penulis mengidentifikasi diagnosa/masalah potensial terjadi adalah Berat badan bayi rendah (BBLR), sehingga pada tahap ini penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus pada Ny.”S” di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar.
d.    Langkah IV. Evaluasi Perlunya Tindakan Segera Dan Kolaborasi
Pada tinjauan pustaka dijelaskan bahwa beberapa data mungkin mengindikasikan situasi yang gawat di mana bidan harus bertindak segera untuk kepentingan keselamatan jiwa ibu dan anak. Situasi lainnya bisa saja tidak merupakan kegawatan tetapi memerlukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.
Pada kasus Ny. “S” tidak ada data yang mendukung untuk dilakukan tindakan segera/emergency.
Pada tahap ini penulis tidak menemukan kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus pada Ny. “S” di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar.
e.    Langkah V. Rencana Asuhan Kebidanan
Dalam membuat perencanaan penulis melakukan sesuai data yang diperoleh dan disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan ibu. Penetapan tujuan dimaksudkan untuk menjadi pedoman dalam suatu tindakan.
Pada tinjauan pustaka penaganan yang diberikan pada pasien yang kekurangan energi kalori (KEK) adalah pemberian tablet besi, akan tetapi pada keadaan gizi kurang bukan saja membutuhkan suplemen energi juga membutuhkan suplemen vitamin dan zat besi. Makan makanan bergizi dengan pola makanan yang baik. Pola makanan yang baik bagi ibu hamil harus memenuhi sumber karbohirat, protein, dan lemak serta vitamin dan mineral danmakan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering.
Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan pada Ny. “S”, kehamilan 28 minggu 6 hari dengan kekurangan energi kalori (KEK) di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar adalah menciptakan suasana akrab dengan ibu dan keluarganya, menyaampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya, menjelaskan pada ibu penyebeb KEK, menjelaskan pada ibu tentang Sembilan tanda, pemberian HE pada ibu tentang gizi ibu hamil, personal hygiene dalam kehamilan, dan istirahat yang cukup, anjurkan ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering, penatalaksanaan pemberian obat tablet Fe, klak, B.com dan Vit, anjurkan pada ibu untuk follow up kembali pada tanggal 10 Agustus 2011.
Dari rencana tindakan di atas secara garis besar menunjukkan adanya kesamaan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus pada Ny. “S” di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar.
f.     Langkah VI. Implementasi Asuhan Kebidanan
Pada tinjaun pustaka dijelaskan rencana asuhan menyeluruh yang telah direncanakan dilaksanakan secara efisien dan aman dengan menyesuaikan kondisi, keadaan, dan kebutuhan ibu dan menjelaskan apa yang akan dilakukan sehingga ibu dan keluarganya dapat membantu dan berpartisipasi dalam pelaksanaan asuhan kebidanan.
Pada tinjauan kasus semua rencana asuhan kebidanan telah dilaksanakan di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar tanggal 13 Juli 2011.
Dengan demikian tidak ada kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus pada Ny. “S” di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar.
g.    Langkah VII. Evaluasi Asuhan Kebidanan
Adapun evaluasi dimaksudkan untuk memperoleh atau memberi nilai terhadap intervensi yang dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil evaluasi setelah perawatan tanggal 13 Juli 2011 adalah Keadaan umum ibu baik, nafsu makan ibu masih kurang, tanda-tanda vital : tekanan darah: 90/60 mmHg, suhu: 36,5ºc, nadi: 80 kali/menit, dan pernafasan: 24 kali/menit
Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sebagian besar yang tindakan asuhan kebidanan yang diterapkan tercapa, tetapi tidak menutup kemungkinan masalah itu akan muncul kembali sehingga masih memerlukan perawatan dan pengawasan yang lebih lanjut.

Contoh SOAP KTI KEK

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY ”S” KEHAMILAN 28 MINGGU 6 HARI DENGAN KEKURANGAN
ENERGI KALORI (KEK) DI PUSKESMAS KASSI-KASSI
TANGGAL 13 JULI 2011
 (SOAP)
No.Reg                                  : 235/11
Tanggal Masuk                    : 13 Juli 2011, jam 08.30 Wita
Tanggal pengkajian             : 13 Juli 2011, jam 09.00 Wita
IDENTIFIKASI DATA DASAR
Identitas istri/suami
1.    Nama                              : Ny. “S”     / Tn. “W”
2.    Umur                               : 22 Tahun / 24 Tahun
3.    Nikah/lamanya              : 1 kali        / ± 1 Tahun
4.    Suku                               : Makassar / Makassar
5.    Agama                            : Islam        / Islam
6.    Pendidikan                    : SMU         / SMU
7.    Pekerjaan                       : IRT           / Buruh Harian
8.    Pendapatan /bulan      : Tidak Menetap
9.    Alamat                             : Jln Mom Emmy Sailan No 286
DATA SUBJEKTIF ( S )
1.    HPHT tanggal 28 Desember 2010.
2.    Ibu hamil yang pertama.
3.    Umur kehamilan ibu ± 7 bulan.
4.    Janin ibu bergerak sejak bulan Mei (5 bulan).
5.    Janin ibu bergerak kuat terutama pada perut sebelah kiri.
6.    Ibu tidak pernah mengalami nyeri perut selama hamil.
7.    Ibu malas makan dan lesu.
8.    Ibu cepat lelah setelah melakukan aktivitas.
9.    Ibu tidak ada riwayat penyakit jantung, hypertensi dan DM.
10. Ibu tidak pernah menderita penyakit menular.
11. Ibu tidak pernah operasi dan transpusi darah.
12. Ibu tidak ada riwayat penyakit alergi dan penyakit kulit.
13. Ibu imunisasi TT sebanyak 2 kali
TT1 : Puskesmas Kassi-Kassi, tanggal 20 April 2011.
TT2 : Puskesmas Kassi-Kassi, tanggal 01 Juni 2011.
DATA OBJEKTIF ( O )
1.    Keadaan umum ibu tampak lesu
2.    wajah tampak pucat, konjungtiva agak pucat
3.    TB 150 cm
4.    Lila 23 cm
5.    BB Sebelum hamil 38 kg        BB sekarang 46,5 kg
6.    TTV :
TD     : 90/60 mmHg                       S : 36,5ºc
N       : 80 kali/menit                       P : 24 kali/menit
7.    Abdomen            : tidak ada bekas luka operasi, tampak linea nigra, striae Livida,  tonus otot tampak tegang.
a.    Leopold I     : TFU 3 jari diatas pusat (27 cm)
b.    Leopold II    : Punggung kanan
c.    Leopold III   : Peresentasi Kepala
d.    Leopold IV   : BAP (konvergen)
DJJ               : Terdengar jelas, kuat dan teratur pad kuadrat bawah  
 kanan ibu
ASSESSMENT ( A )
Dianoses                   : G1 P0 A0, masa gestasi 28 minggu 6 hari, situs memanjang, punggung kanan, kepala, BAP (konvergen), intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik, dan keadaan ibu dengan KEK (kekurangan energi kalori).
Masalah Potensial   : Potensial terjadi BBLR.
PLANNING ( P )
Tanggal 13 juli 2011, jam 09.00 wita.
1.    Menciptakan suasana akrab dengan ibu dan keluarganya
2.    Menyaampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya, ibu menderita kekurangan energi kalori, janin ibu baik, letak kepala janin berada di bagian bawah, BAP, Hidup, DJJ terdengar jelas
3.    Menjelaskan pada ibu penyebeb KEK, Kek disebabkan oleh tidak mengkomsumsi makanan dalam jumlah yang cukup atau makanan yang baik (dari segi kandungan gizi) untuk kurung waktu yang lama untuk mendapatkan kalori dan protein dalam jumlah yang cukup.
4.    Menjelaskan pada ibu tentang Sembilan tanda bahaya yaitu :
a.    Sakit kepala yang menetap
b.    Perubahan penglihatan
c.    Bengkak pada wajah dan tangan
d.    Nyeri perut yan hebat
e.    Penurunan gerak janin
f.     Perdarahan jalan lahir
g.    Kejang
h.    Demam
i.      Ketuban pecah sebelum waktunya
5.    Pemberian HE pada ibu tentang
a.    Gizi ibu hamil
Pada masa usia kehamilan muda, tambahan gizi dalam bentuk vitamin dan mineral sangat diperlukan, sedangkan kebutuhan akan kalori dan protein sangat diperlukan pada minggu kedelapan sampai kelahiran selain dalam masa kehamilan yang memerlukan tambahan gizi yang sangat banyak, ibu juga memerlukan tambahan yang lebih besar lagi menjelang kelahiran dan menyusui. Dalam hal itu ibu dianjurkan makan makanan bergisi seperti: nasi, sayur-sayuran, lauk pauk, buah-buahan ditambah susu ibu hamil, dan yang paling penting yaitu makanan yang mengandung zat besi seperti : sayur bayam, kangkung dan kacang-kacangan untuk mencegah anemia.
b.    Personal hygiene dalam kehamilan
Menganjurkan untuk sering mengganti pakaian dalam bila basah dan habis mandi
c.    Istirahat yang cukup
Menganjurkan untuk mengurangi melakukan aktivitas yang menguras tenagan dan istirahat (tidur) siang hari + 1-2 jam perhari dan pada malam hari + 7-8 jam perhari
6.    Anjurkan ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering
7.    Penatalaksanaan pemberian obat:
a.    Tablet Fe dan klak 1 x 1
b.    B.com dan Vit C 3 x1
8.    Anjurkan pada ibu untuk follow up kembali pada tanggal 10 Agustus 2011.

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY ”S” KEHAMILAN 29 MINGGU 1 HARI DENGAN KEKURANGAN
ENERGI KALORI (KEK) DI PUSKESMAS KASSI-KASSI
TANGGAL 15 JULI 2011
 (SOAP)
Tanggal pengkajian                        : 15 Juli 2011, jam 09.00 Wita
IDENTIFIKASI DATA DASAR
Identitas istri/suami
1.    Nama                              : Ny. “S”     / Tn. “W”
2.    Umur                               : 22 Tahun / 24 Tahun
3.    Nikah/lamanya              : 1 kali        / ± 1 Tahun
4.    Suku                               : Makassar / Makassar
5.    Agama                            : Islam        / Islam
6.    Pendidikan                    : SMU         / SMU
7.    Pekerjaan                       : IRT           / Buruh Harian
8.    Pendapatan /bulan      : Tidak Menetap
9.    Alamat                             : Jln Mom Emmy Sailan No 286
DATA SUBJEKTIF ( S )
1.    HPHT tanggal 28 Desember 2010.
2.    Janin ibu bergerak kuat terutama pada perut sebelah kiri.
3.    Nafsu makan ibu masih kurang.
4.    Ibu masih merasa lelah setelah melakukan aktivitas.
5.    Ibu beristirahat dengan cukup.
DATA OBJEKTIF ( O )
1.    Keadaan umum ibu tampak baik, emosi stabil, dapat berkomunikasi dengan baik.
2.    wajah tampak pucat, konjungtiva agak pucat.
3.    Lila 23 cm
4.    BB sekarang 46,4 kg
5.    TTV :
TD  : 100/70 mmHg                     S : 36,5ºc
N     : 82 kali/menit                       P : 22 kali/menit
6.    Abdomen            : tidak ada bekas luka operasi, tampak linea nigra, striae Livida,  tonus otot tampak tegang.
a.    Leopold I     : TFU 3 jari diatas pusat (27,2 cm)
b.    Leopold II    : Punggung kanan
c.    Leopold III   : Peresentasi Kepala
d.    Leopold IV   : BAP (konvergen)
e.    DJJ               : Terdengar jelas, kuat dan teratur pad kuadrat bawah
7.    Tidak ada oedema dan varises pada tungkai.
ASSESSMENT ( A )
Dianoses                   : G1 P0 A0, masa gestasi 29 minggu 1 hari, situs memanjang, punggung kanan, kepala, BAP (konvergen), intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik, dan keadaan ibu dengan KEK (kekurangan energi kalori).
Masalah Potensial   : Potensial terjadi BBLR.
PLANNING ( P )
Tanggal 15 Juli 2011, jam 09.00 wita.
1.    Menciptakan suasana akrab dengan ibu dan keluarganya
2.    Menyaampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya, ibu menderita kekurangan energi kalori, janin ibu baik, letak kepala janin berada di bagian bawah, BAP, Hidup, DJJ terdengar jelas
3.    Menganjurkan ibu untuk meminum obat yang didapatkan dari puskesmas terutama tablet Fe.
4.    mengigatkan pada ibu tentang tanda bahaya yaitu : Sakit kepala yang menetap, perubahan penglihatan, bengkak pada wajah dan tangan, nyeri perut yan hebat, penurunan gerak janin, perdarahan jalan lahir, kejang, demam, dan ketuban pecah sebelum waktunya. Bila mengalami salah satu dari tanda bahaya kehamilan menganjurkan ibu untuk segera ke bidan atau dokter.
5.    menganjurkan ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering, dan banyak makan makanan yang berwarna hijau seperi kangkung, kacang polong, dan lain-lain.
6.    Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup yaitu tidur siang 1-2 jam dan 6-8 jam pada malam hari.
7.    mengingatkan pada ibu untuk follow up ke puskesmas pada tanggal 10 Agustus 2011.


PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY ”S” KEHAMILAN 29 MINGGU 3 HARI DENGAN KEKURANGAN
ENERGI KALORI (KEK) DI PUSKESMAS KASSI-KASSI
TANGGAL 17 JULI 2011
 (SOAP)
Tanggal pengkajian                        : 17 Juli 2011, jam 10.00 Wita
DATA SUBJEKTIF ( S )
1.    HPHT tanggal 28 Desember 2010
2.    Janin ibu bergerak kuat terutama pada perut sebelah kiri
3.    Nafsu makan ibu sudah mulai membaik
4.    Kelelahan ibu mulai berkurang
DATA OBJEKTIF ( O )
1.    Keadaan umum ibu tampak baik, emosi stabil, dapat berkomunikasi dengan baik.
2.    wajah tampak membaik, konjungtiva agak pucat
3.    Lila 23 cm
4.    BB sekarang 46,6 kg
5.    TTV :
TD            : 100/90 mmHg                     S : 36,5ºc
N              : 80 kali/menit                       P : 22 kali/menit
6.    Abdomen            : tidak ada bekas luka operasi, tampak linea nigra, striae Livida,  tonus otot tampak tegang.
a.    Leopold I     : TFU 3 jari diatas pusat (27,5 cm)
b.    Leopold II    : Punggung kanan
c.    Leopold III   : Peresentasi Kepala
d.    Leopold IV   : BAP (konvergen)
e.    DJJ               : Terdengar jelas, kuat dan teratur pad kuadrat bawah 
7.    Tidak ada oedema dan varises pada tungkai.
ASSESSMENT ( A )
Dianosa                     : G1 P0 A0, masa gestasi 29 minggu 3 hari, situs memanjang, punggung kanan, kepala, BAP (konvergen), intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik, dan keadaan ibu dengan KEK (kekurangan energi kalori).
Masalah Potensial   : Potensial terjadi BBLR.
PLANNING ( P )
1.    Menciptakan suasana akrab dengan ibu dan keluarganya.
2.    Menyaampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya, ibu menderita kekurangan energi kalori, janin ibu baik, letak kepala janin berada di bagian bawah, BAP, Hidup, DJJ terdengar jelas.
3.    Memberian HE pada ibu untuk memgingatkan kembali tentang :
a.    Gizi ibu hamil
Pada masa usia kehamilan muda, tambahan gizi dalam bentuk vitamin dan mineral sangat diperlukan, sedangkan kebutuhan akan kalori dan protein sangat diperlukan pada minggu kedelapan sampai kelahiran selain dalam masa kehamilan yang memerlukan tambahan gizi yang sangat banyak, ibu juga memerlukan tambahan yang lebih besar lagi menjelang kelahiran dan menyusui. Dalam hal itu ibu dianjurkan makan makanan bergisi seperti: nasi, sayur-sayuran, lauk pauk, buah-buahan ditambah susu ibu hamil, dan yang paling penting yaitu makanan yang mengandung zat besi seperti : sayur bayam, kangkung dan kacang-kacangan untuk mencegah anemia.
b.    Personal hygiene dalam kehamilan
Menganjurkan untuk sering mengganti pakaian dalam bila basah dan habis mandi.
c.    Istirahat yang cukup
Menganjurkan untuk mengurangi melakukan aktivitas yang menguras tenagan dan istirahat (tidur) siang hari + 1-2 jam perhari dan pada malam hari + 7-8 jam perhari.
4.    Mengingatkan ibu agar tetap mengkomsumsi obat yang diberikan oleh bidan secara teratur sesuai yang diancurkan.
5.    Mengingatkan ibu tentang tanda bahaya dalam kehamilan dan segera ke bidan atau dokter jika mengalami salah satu dari tanda bahaya kehamilan.
6.    Mengingatkan ibu tetap banyak makan makanan seimbang terutama makan makanan yang berwarna hijau.
7.    Mengingatkan pada ibu untuk follow up kembali ke puskesmas pada tanggal 10 Agustus 2011.