Pada bab ini akan
diuraikan tentang kesenjangan yang terjadi antara tinjauan pustaka dengan
tinjauan kasus, dalam penerapan proses asuhan kebidanan pada Ny. ”S”, kehamilan
28minggu 6 hari dengan kekurangan energi kalori (KEK) di Puskesmas Kassi-Kassi
Makassar, tanggal 13-19 Juli 2011.
Pembahasan
ini disusun berdasarkan dasar teori dan asuhan yang nyata dengan pendekatan
manajemen asuhan kebidanan yang terdiri dari tujuh langkah.
a. Langkah I. Pengkajian dan
Analisa Data Dasar
Dalam
pengkajian dimulai dari pengumpulan data baik dan ibu maupun dari keluarganya
yang dilanjutkan dengan pemeriksaan berupa infeksi, dan palpasi.
Pada
tinjauan pustaka dijelaskan bahwa ibu hamil dikatakan KEK (kekurangan energi
kalori) bila ibu hamil yang ukuran Lilanya < 23,5 cm dan dengan salah atu
atau beberapa kriteria berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg, tinggi badan
ibu < 145 cm, dan ibu menderita anemia (Hb < 11 gr%).
Pada
tinjauan kasus yaitu melalui pengkajian pada anamnese dan pemeriksaan fisik di
temukan keadaan umum ibu tampak lesu, Wajah tampak pucat, dan konjungtiva agak
pucat. TB 150 cm, Lila 23 cm, BB Sebelum hamil 38 kg, BB sekarang 46,5 kg.
Tanda-tanda vital: tekanan darah 90/60 mmHg, suhu 36,5ºc, nadi 80 kali/menit,
dan pernafasan 24 kali/menit.
Dengan
demikian apa yang dijelaskan pada tinjauan pustaka dan yang ditemukan pada
tinjaun kasus secara garis besar tidak ada perbedaan.
b. Langkah II. Merumuskan
Diagnosa/Masalah Aktual
Dalam
menegakkan suatu diagnosa kebidanan atau masalah kebidanan berdasarkan
pendekatan asuhan kebidanan didukung oleh beberapa data, baik data subjektif
maupun data objektif yang diperoleh dari hasil pengkajian yang telah
dilaksanakan
Dengan
penjelasan tinjauan pustaka dan tinjauan asuhan kebidanan ternyata da kesamaan
pada beberapa aspek diantaranya lesu, lelah, konjungtiva sedikit pucat, Hb
sebesar 10,2 gr%, Lila 23 cm, BB sebelem hamil 38 kg, dan BB sekarang 46,5 kg
sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan untuk tindakan selanjutnya.
Adapun diagnosa/masalah aktual yang dapat diidentifikasi pada Ny. “S” Dengan
KEK adalah G1 Po Ao, masa
gestasi 28 minggu 6 hari, situs memanjang, Punggung kanan, kepala, BAP
(konvergen), intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik dengan masalah KEK (Kekurangan Energi Kalori)
c. Langkah III. Antisipasi
Diagnosa/Masalah Potensial
Pada
langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial berdasarkan
rangkaian masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi.
Pada
tinjauan pustaka dijelaskan bahwa
seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan zat gizi yang penting bagi
tubuh akan menyebabkan keguguran, anak lahir prematur, berat badan bayi rendah
(BBLR)..
Pada
tinjauan kasus yang didapatkan wajah tampak pucat, konjungtiva agak pucat BB
sebelum hamil 38 kg, BB sekarang 46,5 kg, 10,2 kg%, sehingga penulis
mengidentifikasi diagnosa/masalah potensial terjadi adalah Berat badan bayi
rendah (BBLR), sehingga pada tahap ini penulis tidak menemukan adanya
kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus pada Ny.”S” di Puskesmas
Kassi-Kassi Makassar.
d. Langkah IV. Evaluasi
Perlunya Tindakan Segera Dan Kolaborasi
Pada
tinjauan pustaka dijelaskan bahwa beberapa data mungkin mengindikasikan situasi
yang gawat di mana bidan harus bertindak segera untuk kepentingan keselamatan jiwa
ibu dan anak. Situasi lainnya bisa saja tidak merupakan kegawatan tetapi
memerlukan konsultasi atau kolaborasi dengan dokter.
Pada
kasus Ny. “S” tidak ada data yang mendukung untuk dilakukan tindakan
segera/emergency.
Pada
tahap ini penulis tidak menemukan kesenjangan antara tinjauan pustaka dan
tinjauan kasus pada Ny. “S” di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar.
e. Langkah V. Rencana Asuhan
Kebidanan
Dalam
membuat perencanaan penulis melakukan sesuai data yang diperoleh dan
disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan ibu. Penetapan tujuan dimaksudkan
untuk menjadi pedoman dalam suatu tindakan.
Pada
tinjauan pustaka penaganan yang diberikan pada pasien yang kekurangan energi
kalori (KEK) adalah pemberian tablet besi, akan tetapi pada keadaan gizi
kurang bukan saja membutuhkan suplemen energi juga membutuhkan suplemen vitamin
dan zat besi. Makan makanan bergizi dengan pola makanan
yang baik. Pola makanan yang baik bagi ibu hamil harus memenuhi sumber
karbohirat, protein, dan lemak serta vitamin dan mineral danmakan makanan
seimbang dengan porsi kecil tapi sering.
Adapun
rencana tindakan yang akan dilakukan pada Ny. “S”, kehamilan 28 minggu 6 hari
dengan kekurangan energi kalori (KEK) di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar adalah
menciptakan suasana akrab dengan ibu dan keluarganya, menyaampaikan hasil
pemeriksaan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya, menjelaskan pada ibu
penyebeb KEK, menjelaskan pada ibu tentang Sembilan tanda, pemberian HE pada
ibu tentang gizi ibu hamil, personal hygiene dalam kehamilan, dan istirahat
yang cukup, anjurkan ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil
tapi sering, penatalaksanaan pemberian obat tablet Fe, klak, B.com dan Vit, anjurkan
pada ibu untuk follow up kembali pada tanggal 10 Agustus 2011.
Dari
rencana tindakan di atas secara garis besar menunjukkan adanya kesamaan antara
tinjauan pustaka dan tinjauan kasus pada Ny. “S” di Puskesmas Kassi-Kassi
Makassar.
f. Langkah VI. Implementasi
Asuhan Kebidanan
Pada
tinjaun pustaka dijelaskan rencana asuhan menyeluruh yang telah direncanakan
dilaksanakan secara efisien dan aman dengan menyesuaikan kondisi, keadaan, dan
kebutuhan ibu dan menjelaskan apa yang akan dilakukan sehingga ibu dan
keluarganya dapat membantu dan berpartisipasi dalam pelaksanaan asuhan
kebidanan.
Pada
tinjauan kasus semua rencana asuhan kebidanan telah dilaksanakan di Puskesmas
Kassi-Kassi Makassar tanggal 13 Juli 2011.
Dengan
demikian tidak ada kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus pada
Ny. “S” di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar.
g. Langkah VII. Evaluasi Asuhan
Kebidanan
Adapun
evaluasi dimaksudkan untuk memperoleh atau memberi nilai terhadap intervensi
yang dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil
evaluasi setelah perawatan tanggal 13 Juli 2011 adalah Keadaan umum ibu baik,
nafsu makan ibu masih kurang, tanda-tanda vital : tekanan darah: 90/60 mmHg,
suhu: 36,5ºc, nadi: 80 kali/menit, dan pernafasan: 24 kali/menit
Dari
hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sebagian besar yang tindakan
asuhan kebidanan yang diterapkan tercapa, tetapi tidak menutup kemungkinan
masalah itu akan muncul kembali sehingga masih memerlukan perawatan dan
pengawasan yang lebih lanjut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar