Halaman

Minggu, 29 Januari 2012

Contoh KTI Kekeurangan Energi Kalori (Penutup)



Setelah membahas dan menguraikan kasus Ny. “S” kehamilan 28 minngu 6 hari dengan kekurangan energi kalori di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar tanggal 13-19 Juli 2011, maka dalam bab ini penulis menarik kesimpulan dan saran :
A.   Kesimpulan
1.    Eklamsia, pendarahan, serta penyakit infeksi dianggap sebagi penyebab kematian pada umumnya. Ketiga penyakit ini terkait erat, baik langsung maupun tidak langsung dengan status gizi ibu. Sehubungan dengan hal tersebut maka dapat dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. ”S” , kehamilan 28 minggu 6 hari dengan kekurangan energi kalori (KEK) di puskesmas kassi-kassi makassar tanggal 13-19 Juli 2011.
2.    Melalui pengkajian pada anamnese dan pemeriksaan fisik di temukan keadaan umum ibu tampak lesu, Wajah tampak pucat, dan konjungtiva agak pucat. TB 150 cm, Lila 23 cm, BB Sebelum hamil 38 kg, BB sekarang 46,5 kg. Tanda-tanda vital: tekanan darah 90/60 mmHg, suhu 36,5ºc, nadi 80 kali/menit, dan pernafasan 24 kali/menit.
3.    Dari data subjektif dan objektif yang didapatkan, maka di rumuskan diagnosa/masalah aktual adalah G1 P0 A0, masa gestasi 28 minggu 6 hari, situs memanjang, punggung kanan, kepala, BAP (konvergen), intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik, dan KEK (Kekurangan Energi Kalori),
4.    Dari data subjektif dan objektif yang didapatkan yaitu wajah tampak pucat, konjungtiva agak pucat BB sebelum hamil 38 kg, BB sekarang 46,5 kg, Hb 10,2 kg%, maka di rumuskan diagnosa/masalah potensial terjadi BBLR.
5.    Dari data subjektif dan objektif yang didapatkan, maka pada kasus ini tidak ada data yang mendukung untuk dilakukan tindakan segera/emergency.
6.    Dari data subjektif dan objektif yang didapatkan, Adapun rencana tindakan yang akan dilakukan adalah menciptakan suasana akrab dengan ibu dan keluarganya, menyaampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya, menjelaskan pada ibu penyebeb KEK, menjelaskan pada ibu tentang Sembilan tanda, pemberian HE pada ibu tentang gizi ibu hamil, personal hygiene dalam kehamilan, dan istirahat yang cukup, anjurkan ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering, penatalaksanaan pemberian obat tablet Fe, klak, B.com dan Vit, anjurkan pada ibu untuk follow up kembali.
7.    Penanganan yang dilakukan pada Ny. “S” di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar menunjukkan tidak adanya perbedaan yang dijelaskan pada tinjauan pustaka yaitu pemberian HE pada ibu tentang gizi ibu hamil, Personal hygiene, dan Istirahat yang cukup. Anjurkan ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering. Penatalaksanaan pemberian obat Tablet Fe ,kalk, B.com dan Vit C.
8.    Semua rencana asuhan kebidanan telah dilaksanakan di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar tanggal 13 Juli 2011.
9.    Pendokumentasian sangat penting dilaksanakan pada setiap tahap dan proses manajemen kebidanan kerena hal tersebut merupakan tanggung jawab bidan yang telah diberikan terhadap klien.
B.   Saran-Saran
1.    Bagi Petugas Kesehatan
Sebagai seorang petugas kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat mengetahui tanda dan gejala pada kehamila dengan kekurangan energi kalori (KEK) sehingga dapat mendeteksi lebih awal apabila menemukan kasus tersebut dan dapat segera mengambil keputusan klinik dalam penanganan selanjutnya yaitu dengan konsultasi, kolaborasi atau rujukan ke tempat pelayanan kesehatan yang lebih memadai.
2.    Bagi Ibu Hamil
Diharapakan ibu hamil rajin memeriksakan diri selama hamil dan bersedia melaksanakan nasehat serta anjuran yang diberikan oleh petugas kesehatan.
3.    Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan setiap institusi pendidikan dapat meningkatkan dan mengembangkan metode pelaksanaan manajemen asuhan kebidanan dalam memecahkan masalah. Mengingat metode tersebut sangat bermanfaat dalam membina petugas kesehatan guna menciptakan Sumber Daya Manusia yang berpotensial dan profesional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar