ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.”S” KEHAMILAN 28 MINGGU
6 HARI
DENGAN KEKURANGAN ENERGI KALORI (KEK)
DI PUSKESMAS KASSI-KASSI MAKASSAR
TANGGAL 13-19 JULI 2011
No.Reg : 235/11
Tanggal
Masuk : 13 Juli 2011,
jam 08.30 Wita.
Tanggal
pengkajian : 13 Juli 2011, jam 09.00 Wita.
A. Langkah I : Pengkajian dan Analisa Data
1. Identitas
istri/suami
a. Nama : Ny. “S” / Tn. “W”
b. Umur :
22 Tahun / 24 Tahun
c. Nikah/lamanya : 1 kali / ± 1 Tahun
d. Suku :
Makassar / Makassar
e. Agama : Islam / Islam
f. Pendidikan : SMU / SMU
g. Pekerjaan : IRT / Buruh Harian
h. Pendapatan
/bulan : Tidak
Menetap
i. Alamat : Jln Mom Emmy
Sailan No 286
2. Riwayat
kehamilan sekarang
a. HPHT
tanggal 28 Desember 2010.
b. Ibu
hamil yang pertama.
c. Umur
kehamilan ibu ± 7 bulan.
d. Janin
ibu bergerak sejak bulan Mei (5 bulan).
e. Janin
ibu bergerak kuat terutama pada perut sebelah kiri.
f. Ada
tekanan pada perut bagian bawah ibu.
g. Ibu
tidak pernah mengalami nyeri perut yng hebat selama hamil.
h. Ibu
malas makan dan lesu.
i. Ibu
cepat lelah setelah melakukan aktivitas.
3. Riwayat
kesehatan lalu dan sekarang
a. Ibu
tidak ada riwayat penyakit jantung, hypertensi dan DM.
b. Ibu
tidak pernah menderita penyakit menular.
c. Ibu
tidak pernah operasi dan transpusi darah.
d. Ibu
tidak ada riwayat penyakit alergi dan penyakit kulit.
e. Ibu
imunisasi TT sebanyak 2 kali
TT1 : Puskesmas
Kassi-Kassi, tanggal 20 April 2011.
TT2 : Puskesmas
Kassi-Kassi, tanggal 01 Juni 2011.
4. Riwayat
keluarga berencana
Ibu belum perna ikut program
keluarga berencana.
5. Riwayat
obstetri
a. Umur
menarche : umur 15 tahun
b. Siklus
haid :28-30 hari
c. lamanya
haid :6-7 hari
d. tidak
ada rasa nyeri sewaktu haid
6. Riwayat
sosial ekonomi
a. Ibu
mengerjakan urusan rumah tangga sendiri.
b. Ibu,
suami, dan keluarga senang dengan kehamilan sekarang.
c. Pengambil
keputusan dalam keluarga adalah suami.
d. Ibu
menikah satu kali dengan suami sekarang.
e. Ibu
sudah menentukan tempat persalinan dan penolong adalah Puskesmas Kassi-Kassi
dan ditolong oleh bidan.
f. Ibu
rajin beribadah dan sangat berharap kehamilannya dapat berlangsung dengan
normal.
7. Riwayat
pemenuhan kebutuhan dasar
a. Pola
nutrisi
1) Sebelum
hamil : Makan 3 x sehari.
Pola makan : Nasi, sayur, lauk pauk, kadang-kadang
buah dan susu.
2) Saat
hamil : Makan tidak menentu
kadang-kadang 2 x sehari.
Pola makan : Nasi, sayur, lauk-pauk, kadang-kadang
buah dan susu.
b. Pola
eliminasi
1) Sebelum
hamil : BAB 2 x sehari, BAK 4 x sehari.
2) Saat
hamil : BAB 2 x sehari, BAK lebih
sering dari sebelum hamil.
c. Pola
istirahat
1) Sebelum
hamil : tidur siang 1 jam, tidur malam +
8 jam.
2) Saat
hamil : tidur siang 1-2 jam, tidur malam + 8 jam.
d. Personal
hygine
Sebelum dan saat hamil
1) Mandi : 2 x sehari
memakai sabun mandi.
2) Sikat
gigi : 2 x sehari
memaki pasta gigi.
3) Kebersihan
rambut : 2 hari 1 kali dengan
menggunakan Shampoo.
4) Kebersihan
pakaian : diganti tiap selesai mandi.
5) Pakaian
dalam : diganti tiap selesai
mandi.
8. Pemeriksaan
fisik
a. Keadaan
umum ibu: Penampilan ibu tampak lesu .
b. TB
150 cm
c. Lila
23 cm
d. BB
Sebelum hamil 38 kg
e. BB
sekarang 46,5 kg
f. TTV
:
1) TD : 90/60 mmHg S
: 36,5ºc
2) N : 80 kali/menit P : 24 kali/menit
g. Kepala : tidak berketombe, rambut tidak
mudah rontok dan tidak ada nyeri tekan.
h. Muka : wajah tampak pucat, tidak ada
cloasma dan tidak terdapat oedema.
i. Mata : sklera tidak ikterus,
konjungtiva agak pucat
j. Hidung : septum berada di tengga, lobang
hidung simetris kiri dan kanan.
k. Bibir : agak kering dan pecah-pecah.
l. Gigi : gigi cukup bersi, terdapat 1
caries, gusi berwarna merah muda.
m. Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak
ada pembesaran kelenjar limfe dan tiroid.
n. Payudara : buah dada simetris kiri dan kanan,
putting susu terbentuk, terjadi hyperpigmentasi pada areola, tidak teraba massa
dan tidak ada nyeri tekan.
o. Abdomen : tidak ada bekas luka operasi, tampak
linea nigra, striae Livida, tonus otot
tampak tegang.
1) Leopold
I :
TFU 3 jari diatas pusat (27 cm)
2) Leopold
II : Punggung kanan
3) Leopold
III : Peresentasi kepala
4) Leopold
IV : BAP (konvergen)
5) DJJ : Terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadrat bawah kanan ibu
p. Panggul :
1) Distantia
spinarum : 23 cm (Normal : 24-26 cm)
2) Distantia
cristarum : 25 cm (Normal : 28-30 cm)
3) Bodolog : 18 cm (Normal : 18-20 cm)
4) Distantia
posterior : 8 cm (Normal
: 8 -10 cm)
q. Tungkai : tidan ada oedema dan varises, Reflex
patellan (+) pada kaki kiri dan kanan
r. Pemeriksaan
labolatorium tanggal 13 Juli 2011.
1) Hb : 10,2 gr%
2) Alb : (-)
3) Red : (-)
B. Langkah II : IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH AKTUAL
Dianoses : G1 P0 A0, masa gestasi 28
minggu 6 hari, situs memanjang, punggung kanan, kepala, BAP (konvergen), intra
uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik, dan keadan ibu dengan KEK
(Kekurangan Energi Kalori)
Diagnoses
:
1. G1
P0 A0
DS : Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama.
DO : Tidak ada bekas luka operasi, tampak linea nigra, striae
Livida, tonus otot tampak tegang.
Analisis
dan interpretasi data
Pada
primigravida tonus otot perut masih tegang karena belum perna mengalami penegangan
sebelumnya.
Linea
nigra adalah garis pigmentasi dari simfisis pubis sampai ke bagian atas fundus
digaris tengah tubuh. Kulit perut juga tambak seolah-olah retak-retak, warnanya
berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut striae livide. Pada seorang primigravida
sering tampak striae livide. (Yuni Kusmiyati, dkk, 2009, hal 60).
2. Masa
gestasi 28 minggu 6 hari.
DS : Ibu mengatakan HPHT 28 Desember 2010.
DO : TFU 3 jari diatas pusat (27 cm)
Tanggal pengkajian : 13 Juli 2011
Analisis
dan interpretasi data
Dari
HPHT 28 Desember 2010 sampai dengan tanggal pengkajian 13 Juli 2011,
mengguankan rumus Naegele untuk mengetahui masa gestasi dilihat dari HPHT dan
dihitung sampai tanggal pengkajian. (Yuni Kusmiyati, dkk, 2009, hal 51).
3. Situs
memanjang
DS : Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat di sebelah kiri.
DO : Leopold I : TFU
3 jari diatas pusat (27 cm)
Leopold II : Punggung Kanan
Leopold III : Peresentasi kepala
Analisis
dan interpretasi data
Letak
janin ditentukan dengan hubungan antara aksis (sumbu) apnjang spinal janin
dengan sumbu panjang rahim ibu. Letak janin yang normal adalah longitudinal
(memanjang), tetapi dapat juga oblik (serong) atau transversa (melintang).
(Ruth Johnson, 2005, hal 6).
4. Punggung
Kanan
DS : Ibu mengatakan pererakan janinnya kuat terutama pada
padan perut sebelah kiri.
DO : Palpasi Leopold II didapatkan punggung kanan
Analisis
dan interpretasi data
Ibu
mengatakan pergerakan janinnya kuat terutama pada sisi perut sebelah kiri ibu
dan pada palpasi Leopold II teraba bagian terkecil sebelah kiri perut ibu dan
terasa bagian keras, memanjang, rata seperti papan pada sisi kanan ibu
menandakan punggung kanan. (Ari sulistyawati, 2009, hal 90).
5. Kepala
DS : Ibu mengatakan ada tekanan pada perut bagian bawah.
DO : Palpasi Leopold III teraba kepala
Analisis
dan interpretasi data
Pada
daerah simpisis teraba bagian keras, bulat dan melentin menandakan bahwa bagian
tererndah janin adalah kepala. (Ari sulistyawati, 2009, hal 91).
6. BAP
(Konvergen)
DS : -
DO : Leopold IV :BAP
(konvergen) kedua dapat saling bertemu
Analisis
dan interpretasi data
Pada
palpasi IV tangan merapa kepala dan
kepala masih muda digoyangkan, yang berarti kepala belum masuk panggul atau BAP
(konvergen) . (Ari sulistyawati, 2009, hal 91).
7. Intra
uterine
DS : Ibu merasakan janinnya bergerak kuat dan tidak ada nyeri
perut yang hebat.
DO : Pada palpasi ibu tidak merasakan nyeri perut yang hebat.
Analisis
dan interpretasi data
Pada
saat palpasi abdomen, ibu tidak merasakan nyeri tekan dan pada usia kehamilan
34 minggu bagian janin sudah dapat diraba dengan palpasi sehingga dapat
ditentukan secara objektif kehamilan intra uterine. (Sinopsis Obstetri; hal 9).
8. Tunggal
DS : Ibu mengatakan pergerakan janinnya sebelah kiri.
DO : Leopold II : Punggung
kanan
Leopold III : Peresentas kepala
DJJ Terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadrat bawah
kanan ibu.
Analisis
dan interpretasi data
Pada
palpasi teraba 1 bokong, 1 punggung, 1 kepala, dan bagian-bagian kecil janin
pada sisi kiri ibu. Hal ini menandakan janin tunggal.
9. Hidup
DS : Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat di sebelah kiri.
DO : DJJ terdengar kuat, jelas dan teratur pada sebelah kanan
bawah perut ibu.
Analisis
dan interpretasi data
Terdengar
DJJ yang kuat, jelas dan teratur dan gerakan yang kuat menandakan janin hidup.
(Mouchtar. Sinopsis Obsteri; hal 53).
10. Keadaan
janin baik
DS : Ibu mengtakan pergerakan janinnya kuat dan teratur.
DO : DJJ terdengar kuat, jelas dan teratur pada sebelah kanan
bawah
perut ibu.
Analisis
dan interpretasi data
DJJ
terdengar jelas, kuat dan teratur dan gerakan yang kuat menandakan keadaan
janin baik. (Buku Asuhan Ibu dan Anak; hal 47)
11. Keadaan
ibu dengan KEK (Kekurangan Energi Kalori)
DS : Ibu mengatakan malas
makan dan lesu.
Ibu cepat lelah setelah
melakukan aktivitas.
DO : Keadaan umum ibu:
Penampilan ibu tampak lesu.
Wajah tampak pucat, dan
konjungtiva agak pucat.
TB 150 cm, Lila 23 cm, BB
Sebelum hamil 38 kg, BB sekarang
46,5 kg
TTV :
TD : 90/60 mmHg S
: 36,5ºc
N : 80 kali/menit P
: 24 kali/menit
Analisis
dan interpretasi data
Kekurangan
enegi kalori merupakan kedaan dimana ibu menderita kekurangan makanan yang
mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu.
Ibu
KEK adalah ibu yang ukuran Lilanya < 23,5 cm dan dengan salah atu atau
beberapa kriteria berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg, tinggi badan ibu
< 145 cm, dan ibu menderita anemia (Hb < 11 gr%). (Weni, 2010, hal 104)
C. Langkah III : IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL
Masalah
Potensial : Potensial terjadi BBLR
1. Potensial
terjadinya BBLR
DS :Berat badan sebelum hamil 38 kg
DO :Berat badan sekarang 46,5 kg
Tinggi Badan 150 cm
Lila 23 cm
Analisis
dan interpretasi data
Dihitung
dari berat badan sebelum hamil sampe sekarang kenaikan berat badan ibu adalah
8,5 kg, dan dengan menggunakan rumus IMT (indeks masa tubuh) yaitu berat
sebelum hamil (Kg) dibagi tinggi badan kuadrat (m) maka didapatka IMT ibu
adalah16,9 kg/m2. Penambahan berat badan normal pada trimester I & II
adalah 11,3-15,9 kg dan IMT 18,5-22,9 Kg/m2.dari hasil tersebut ibu berarti
mengalami kekurangan gizi (Atikah Proverawati, dkk, 2009, hal 50)
Ibu
hamil dengan berat badan normal sering dihubungkan dengan abnormalitas kehamilan,
berat badan lahir rendah (BBLR). (Yuni Kusmiyati, 2009, ha 81).
D. Langkah IV : TINDAKAN SEGERA/KOLABORASI
Kolaborasi
dilakukan dengan Dokter bila terjadi
gawat janin dan kematian janin dalam kandungan.
E. Langkah V : RENCANA TINDAKAN (INTERVENSI)
Tanggal
13 Juli 2011, jam 09.00 wita.
Dianosa :
G1 P0 A0, masa gestasi 28 minggu 6 hari, situs memanjang, punggung
kanan, kepala, BAP (konvergen), intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin
baik, dan keadaan ibu dengan kekurangan energi kalori (KEK).
Masalah Potensial : Potensial terjadi BBLR.
Tujuan :
KEK terarasi
Kehamilan berlansung normal
Keadaan
ibu dan janin baik
Kriteria :
Ibu dalam keadan sehat
Keluhan ibu berkurang atau hilang mengenai
malas
makan, lesu, dan mudah lelah setelah melakukan
aktivitas.
TTV dalam batas normal
TD :
Sistal (90-130 mmHg) distol (60-90 mmHg)
N :
60-100 kali/menit
S :
36,5° C – 37,5°
C
P :
16-24 kali/menit
Nafsu makan ibu membaik
INTERVENSI
1. Ciptakan
suasana akrab dengan ibu dan keluarganya
Rasional : Dapat menimbulkan rasa aman dan nyaman serta
percaya pada petugas.
2. Sampaikan
hasil pemeriksaan kepada ibu dan jelaskan hal-hal yang dianggap perlu
Rasional :agar ibu mengetahui perkembangan janin dan
kehamilan serta dapat menerima perintah dan anjuran petugas.
3. Jelaskan
pada ibu penyebeb KEK
Rasional : Agar ibu tidak kwatir akan keadaanya.
4. Jelaskan
pada ibu tentang Sembilan tanda bahaya
Rasional : penjelasan yang baik dapat membuat ibu
mengerti dan mengenal tanda bahaya sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi
dalam kehamilan dan jika terjadi ibu dapat secepatnya datang ke pelayanan
kesehatan terdekat.
5. Pemberian
HE pada ibu tentang
a. Gizi
ibu hamil
Rasional : Nutrisi yang seimbang sangat bermanfaat
bagi ibu dan janin. kebutuhan gizi pada ibu hamil harus lebih dari biasaya
karena digunakan untuk pertumbuhan janin, organ-organ dalam kehamilan,persiapan
masa kehamilan.
b. Personal
hygiene
Rasional : memberikan rasa nyaman juga mencegah
terjadinya infeksi
c. Istirahat
yang cukup
Rasional : istirahat dapat mengurangi beban keja
jantung yang mengalami peningkatan kerja karena kehamilan dan juga dapat menghemat pemakaian energy
6. Anjurkan
ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering
Rasional :untuk memenuhi kebutuhan selama proses
kehamilan dan menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil tetap optimal selama
kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan.
7. Penatalaksanaan
pemberian obat dan tablet Fe, b.com, vit C dan klak
Rasional : agar selama kehamilan ibu tidak mengalam
gangguan penyakit yang mengganggu kehamilan, mencegah anemia, untuk
memberlanjar proses biologis yang berlangsung dalam tubuh ibu hamil dan janin,
dan proses pembentukan janin.
8. Anjurkan
pada ibu untuk follo up kembali tanggal 10 Agustus 2011
Rasional : untuk memantau petumbuhan dan perkembangan
janin serta mendeteksi secara dini komplikasi-komplikasi yang terjadi.
F. Lankah VI : PENATALAKSANAA RENCANA TINDAKAN
Dianosa : G1 P0 A0, masa gestasi
28 minggu 6 hari, situs memanjang, punggug kanan, kepala, BAP (konvergen),
intra uterine, tunggal, hidup, keadaan janin baik, dan keadaan ibu dengan KEK
(kekurangan energi kalori).
Masalah Potensial : Potensial terjadi
BBLR.
IMPLEMENTASI
1. Ciptakan
suasana akrab dengan ibu dan keluarganya.
2. Menyaampaikan
hasil pemeriksaan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya, ibu menderita
kekurangan energi kalori, janin ibu baik, letak kepala janin berada di bagian
bawah, BAP, Hidup, DJJ terdengar jelas.
3. Menjelaskan
pada ibu penyebeb KEK, Kek disebabkan oleh tidak mengkomsumsi makanan dalam
jumlah yang cukup atau makanan yang baik (dari segi kandungan gizi) untuk
kurung waktu yang lama untuk mendapatkan kalori dan protein dalam jumlah yang
cukup.
4. Jelaskan
pada ibu tentang Sembilan tanda bahaya yaitu :
a. Sakit
kepala yang menetap
b. Perubahan
penglihatan
c. Bengkak
pada wajah dan tangan
d. Nyeri
perut yan hebat
e. Penurunan
gerak janin
f. Perdarahan
jalan lahir
g. Kejang
h. Demam
i. Ketuban
pecah sebelum waktunya
5. Pemberian
HE pada ibu tentang
a. Gizi
ibu hamil
Pada masa usia kehamilan
muda, tambahan gizi dalam bentuk vitamin dan mineral sangat diperlukan,
sedangkan kebutuhan akan kalori dan protein sangat diperlukan pada minggu
kedelapan sampai kelahiran selain dalam masa kehamilan yang memerlukan tambahan
gizi yang sangat banyak, ibu juga memerlukan tambahan yang lebih besar lagi
menjelang kelahiran dan menyusui. Dalam hal itu ibu dianjurkan makan makanan
bergisi seperti: nasi, sayur-sayuran, lauk pauk, buah-buahan ditambah susu ibu
hamil, dan yang paling penting yaitu makanan yang mengandung zat besi seperti :
sayur bayam, kangkung dan kacang-kacangan untuk mencegah anemia.
b. Personal
hygiene dalam kehamilan
Menganjurkan untuk sering
mengganti pakaian dalam bila basah dan habis mandi.
c. Istirahat
yang cukup
Menganjurkan untuk
mengurangi melakukan aktivitas yang menguras tenagan dan istirahat (tidur)
siang hari + 1-2 jam perhari dan pada malam hari + 7-8 jam
perhari.
6. Anjurkan
ibu untuk banyak makan makanan seimbang dengan porsi kecil tapi sering.
7. Penatalaksanaan
pemberian obat:
a. Tablet
Fe dan klak 1 x 1
b. B.com
dan Vit C 3 x1
8. Anjurkan
pada ibu untuk follow up kembali pada tanggal 10 Agustus 2011 untuk mengetahui
perkembangan janin dan ibu apabila ada tanda bahaya pada ibu.
G. Langkah VII : EVALUASI
1. KEK
belum dapat teratasi
2. Nafsu
makan ibu masih kurang dan ibu masih tampak lesu.
3. Ibu
mengerti dan pentingnya gizi, istirahat dan personal hygiene
4. Ibu
mau makan dan minum obat yang diberikan
5. Ibu
mengerti akan tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan ibu bersedia dating bila
merasakan tanda-tanda tersebut
6. Tanda-tanda
vital
TD : 90/60 mmHg S
: 36,5ºc
N : 80 kali/menit P
: 24 kali/menit
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar